Mbappe Mengambil Risiko Untuk Selamatkan Xabi di Madrid. Kylian Mbappe menjadi sorotan utama setelah berita terbaru mengungkap bahwa ia sengaja mengambil risiko besar dengan kondisi fisiknya demi mencoba menyelamatkan posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid; pada final Supercopa de Espana melawan Barcelona di Arab Saudi tanggal 11 Januari 2026, Mbappe memaksakan diri bermain meskipun sedang mengalami sprain lutut yang seharusnya membuatnya absen hingga 21 Januari, laga itu berakhir dengan kekalahan 3-2 untuk Madrid yang menjadi pukulan telak dan langsung memicu pemecatan Alonso sehari kemudian pada 12 Januari melalui kesepakatan bersama klub, keputusan Mbappe untuk tampil meski dokter menyarankan istirahat menunjukkan betapa ia menghargai pelatih yang baru menangani tim selama delapan bulan tersebut, di mana kekalahan Clasico itu dianggap sebagai referendum akhir atas masa jabatan Alonso yang penuh tekanan sejak musim panas 2025. INFO GAME
Keputusan Berani Mbappe Meski Cedera: Mbappe Mengambil Risiko Untuk Selamatkan Xabi di Madrid
Mbappe sadar betul bahwa final Supercopa melawan Barcelona bukan sekadar pertandingan biasa, tapi momen penentu nasib Alonso yang sudah berada di ujung tanduk setelah hasil-hasil kurang memuaskan di berbagai kompetisi; meskipun tim medis menilai lututnya belum pulih sepenuhnya dan berisiko mengalami cedera lebih serius seperti kerusakan ligamen, Mbappe tetap memilih terbang ke Arab Saudi dan memaksa diri masuk starting line-up, ia bermain dengan rasa sakit yang cukup mengganggu tanpa suntikan penghilang rasa sakit seperti yang sempat dirumorkan, kontribusinya di lapangan tetap terlihat meski tidak bisa mengubah nasib tim, di mana ia mencoba memberikan ancaman konstan di lini depan tapi akhirnya tak mampu mencegah gol-gol Barcelona yang membuat skor 3-2, tindakan ini mencerminkan loyalitas dan tanggung jawab Mbappe sebagai kapten timnas Prancis serta pemain kunci Madrid yang ingin melindungi pelatih yang selama ini memberinya kepercayaan penuh sejak hari pertama.
Tekanan Berat pada Alonso Sebelum Kekalahan: Mbappe Mengambil Risiko Untuk Selamatkan Xabi di Madrid
Xabi Alonso menghadapi tekanan luar biasa sejak menggantikan posisi sebelumnya di musim panas 2025, dengan ekspektasi tinggi untuk langsung membawa trofi dan gaya permainan menarik, tapi hasil yang inkonsisten membuat posisinya goyah sejak akhir 2025; kekalahan di semifinal Club World Cup, hasil buruk di LaLiga, dan performa kurang meyakinkan di kompetisi Eropa membuat rumor pemecatan terus bergulir, final Supercopa dianggap sebagai kesempatan terakhir untuk membalikkan opini, Mbappe yang menjadi top scorer tim merasakan hal itu dan memutuskan ambil risiko karena ia menghormati ide-ide jelas Alonso serta pengetahuan sepak bola mendalam sang pelatih, meskipun upaya itu gagal karena tim secara keseluruhan tampak kurang kompak dan rentan di lini belakang, kekalahan itu langsung menjadi alasan utama klub memutuskan berpisah dengan Alonso dan menunjuk Alvaro Arbeloa dari tim Castilla sebagai pengganti sementara.
Reaksi Mbappe Pasca Kepergian Alonso
Setelah pengumuman resmi kepergian Alonso pada 12 Januari 2026, Mbappe menjadi salah satu pemain pertama yang memberikan penghormatan melalui media sosial dengan pesan singkat tapi tulus bahwa masa kerjasama itu singkat tapi menyenangkan serta penuh pembelajaran; ia menyatakan akan selalu mengingat Alonso sebagai pelatih beride jelas yang tahu banyak tentang sepak bola, reaksi ini menegaskan bahwa meskipun ada momen ketegangan seperti saat Mbappe menolak memberikan guard of honour kepada Barcelona pasca kekalahan yang membuat situasi semakin rumit, hubungan pribadi antara Mbappe dan Alonso tetap positif, upaya Mbappe mengambil risiko cedera menunjukkan ia benar-benar ingin membantu pelatih itu bertahan, tapi nasib berkata lain karena faktor kolektif tim dan tekanan eksternal lebih dominan dalam keputusan klub.
Kesimpulan
Tindakan Kylian Mbappe yang mengorbankan kondisi fisiknya demi mencoba menyelamatkan pekerjaan Xabi Alonso di Real Madrid menjadi salah satu cerita paling menarik di awal 2026, menunjukkan sisi loyalitas dan tanggung jawab seorang superstar di tengah tekanan besar klub; meskipun usaha itu tidak berhasil dan Alonso akhirnya pergi setelah hanya delapan bulan menangani tim, gestur Mbappe tetap diapresiasi sebagai bukti komitmen pribadi di luar ekspektasi biasa, kini dengan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru, Madrid harus bangkit cepat di sisa musim untuk mengejar gelar LaLiga dan kompetisi lain, sementara cerita ini meninggalkan pelajaran bahwa di sepak bola level tertinggi, risiko individu kadang tak cukup mengubah nasib tim secara keseluruhan, tapi tetap menjadi simbol dedikasi yang langka di era modern.
