Luis Enrique Buka Suara Soal Perkelahian Chelsea vs PSG. Luis Enrique, pelatih Paris Saint-Germain, akhirnya memberikan pernyataan usai insiden memalukan yang melibatkan dirinya dan striker Chelsea, Joao Pedro, setelah timnya kalah telak 0–3 di final Piala Dunia Antarklub di MetLife Stadium, New Jersey, Senin dini hari WIB. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Enrique menunjukkan penyesalan mendalam atas kekacauan yang terjadi dan menyatakan bahwa insiden itu seharusnya bisa dihindari dengan baik oleh semua pihak. BERITA LAINNYA
Dia mengakui situasi di lapangan sangat tegang karena tekanan pertandingan, dan ia hanya berniat meredamnya, bukan memicu perkelahian fisik. Pada momen setelah peluit akhir, terlihat kerumunan pemain dari kedua tim yang terlibat dorong-mendorong. Awalnya Joao Pedro terlibat adu mulut dengan kiper PSG Donnarumma, sebelum Enrique datang dan tampak memberikan dorongan ke arah Pedro yang mengenai wajah dan lehernya, sehingga pemain asal Brasil itu tersungkur.
Adegan tersebut kemudian memicu kericuhan lanjutan hingga staf dan pemain dari kedua klub harus memisahkan situasi. Pelatih Chelsea Enzo Maresca juga terlihat berusaha menenangkan situasi dengan menarik para pemainnya menjauh. Enrique menjelaskan bahwa ia melihat adegan yang makin memanas dan berusaha melerai sebelum situasi makin meledak.
“Tujuan terbesar saya adalah mencoba menjadikan pemain tidak terlibat lebih jauh. Ada banyak ketegangan, tekanan, banyak dorongan dari banyak orang, jadi saya rasa ini tidak terjadi” katanya. Dia menambahkan bahwa semua kubu harus belajar dari kejadian ini demi menghindarkan insiden serupa di masa depan. Media Prancis bereaksi keras terhadap tindakan Enrique.
L’Equipe, Le Parisien, RMC Sport, dan media lainnya mengecam kekerasan yang ditunjukkan oleh pelatih asal Spanyol itu, menilai bahwa meskipun terjadi situasi yang memanas, tidak seharusnya seorang pelatih mengambil tindakan fisik terhadap pemain lawan.
Bahkan laporan dari Cadena SER menyinggung kemungkinan Enrique akan menghadapi sanksi dari FIFA berdasarkan pasal 74 Kode Disiplin karena tindakannya dianggap agresi terhadap pemain lawan, dan menyebutkan contoh hukuman berat sebelumnya terhadap pelatih atau pemain yang terbukti melakukan konfrontasi fisik.
Luis Enrique sendiri mengakui bahwa Chelsea layak menang dan mereka tampil sangat baik sepanjang laga. Ia memuji penampilan tim lawan khususnya di babak pertama saat Cole Palmer mencetak dua gol dan memberikan assist untuk gol Joao Pedro, yang membuat Chelsea memimpin dengan skor 3–0 sebelum turun minum.
Enrique menyatakan kesulitan menjelaskan kekalahan itu, menunjukkan bahwa Chelsea langsung memberi tekanan tinggi sejak awal dan PSG sebenarnya sempat menemukan beberapa peluang sebelum gol-gol tersebut terjadi. Lebih lanjut, ia mengatakan musim ini sungguh luar biasa bagi PSG. Mereka sebelumnya memenangkan treble domestik dan Liga Champions, bahkan menundukkan Real Madrid 4–0 di semifinal Piala Dunia Antarklub.
Namun hasil akhir di final, ditambah insiden di lapangan, menutup perjalanan mereka dengan akhir yang tak diharapkan. Enrique juga menyinggung jadwal padat jadwal kompetisi, menyebut turnamen seperti Piala Dunia Antarklub menarik secara format tetapi sulit untuk disisipkan dalam kalender yang penuh pertandingan.
Mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah insiden ini, Enrique menegaskan tim dan dirinya akan belajar dari kesalahan ini dan berharap kejadian serupa tidak lagi terulang. Dia juga menyebut pentingnya menikmati liburan singkat usai musim panjang sebelum kembali bersiap untuk Piala Super UEFA menghadapi Tottenham Hotspur di bulan Agustus. Secara keseluruhan, pernyataan Enrique mencerminkan rasa tanggung jawab sekaligus penyesalan.
Kesimpulan: Luis Enrique Buka Suara Soal Perkelahian Chelsea vs PSG
Dia mempertahankan bahwa pembelaannya adalah untuk mencegah eskalasi, bukan provokasi. Namun kritik publik dan potensi sanksi dari FIFA menunjukkan bahwa figur pelatih, tak terkecuali seorang pelatih ternama seperti Enrique, seharusnya bisa menjaga batas profesional dalam segala situasi. Nasib hukuman FIFA masih menunggu, sementara duel antara kedua klub itu kini dikenang tidak hanya oleh skor telak, melainkan juga insiden yang menyisakan kontroversi.