Jose Mourinho Dapati Kartu Merah di Laga Benfica vs Madrid. Jose Mourinho menerima kartu merah langsung dari wasit François Letexier pada menit ke-58 dalam laga playoff knockout Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz, Lisbon, pada 17 Februari 2026, yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tim tamu berkat gol Vinícius Júnior. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan tinggi pasca-dugaan ujaran rasis Gianluca Prestianni terhadap Vinícius yang memicu penghentian pertandingan hampir 10 menit, di mana Mourinho keluar dari area teknis untuk protes keras atas keputusan wasit yang dianggapnya tidak konsisten dalam menangani provokasi dan konfrontasi di lapangan. Pelatih asal Portugal itu berteriak dan menunjuk-nunjuk ke arah bench Real Madrid sambil menyalahkan selebrasi Vinícius sebagai pemicu utama kekacauan, sebelum akhirnya dikirim ke tribun oleh wasit setelah perdebatan panas. Kartu merah ini menambah drama pada malam yang sudah penuh kontroversi, membuat Mourinho absen di pinggir lapangan untuk leg kedua dan memicu perdebatan luas tentang sikapnya yang ikonik namun sering kontroversial. BERITA TERKINI
Kronologi Kartu Merah dan Ketegangan di Pinggir Lapangan: Jose Mourinho Dapati Kartu Merah di Laga Benfica vs Madrid
Setelah insiden rasisme yang membuat permainan terhenti, Mourinho tampak semakin gelisah sepanjang babak kedua, terutama ketika wasit memberikan kartu kuning kepada Vinícius atas selebrasi tarian provokatif tapi tidak menindak tegas reaksi pemain Benfica. Pada menit ke-58, saat Real Madrid mulai mengontrol permainan, Mourinho meninggalkan area teknis untuk mendekati garis samping dan berteriak ke arah wasit serta keempat ofisial, menuduh mereka membiarkan provokasi dari tim tamu sementara pemainnya ditekan. Wasit Letexier langsung menunjukkan kartu merah tanpa peringatan sebelumnya, memaksa Mourinho berjalan ke lorong pemain sambil terus menggelengkan kepala dan berbicara sendiri. Rekan pelatih dan staf Benfica mencoba menenangkan, tapi sikap Mourinho yang ekspresif itu sudah menjadi ciri khas sepanjang kariernya, dan kali ini justru memperburuk situasi karena timnya sedang tertinggal. Kartu merah ini bukan yang pertama bagi Mourinho di kompetisi Eropa, tapi tetap menjadi sorotan karena datang di momen krusial ketika Benfica berusaha mengejar ketertinggalan.
Respons Mourinho Pasca-Laga dan Pembelaan dari Klub: Jose Mourinho Dapati Kartu Merah di Laga Benfica vs Madrid
Usai pertandingan, Mourinho memberikan pernyataan singkat di ruang pers bahwa kartu merah itu tidak adil karena ia hanya memperjuangkan hak timnya untuk mendapatkan perlakuan yang sama, sambil menegaskan bahwa selebrasi Vinícius seharusnya mendapat sanksi lebih berat daripada protesnya. Ia menyebut wasit terlalu mudah terpengaruh oleh tekanan dari bench Real Madrid dan mengabaikan provokasi yang memicu reaksi pemain Benfica, termasuk insiden dengan Prestianni. Benfica melalui pernyataan resmi klub menyatakan mendukung Mourinho sepenuhnya, menyebut tindakannya sebagai bentuk pembelaan terhadap integritas tim di tengah situasi panas, meski mengakui bahwa emosi perlu dikendalikan. Beberapa mantan pemain dan pengamat membela Mourinho dengan alasan bahwa ia sering menjadi korban standar ganda wasit di pertandingan besar, sementara kritikus menilai sikapnya justru memperkeruh suasana dan menunjukkan kurangnya kontrol diri sebagai pelatih senior. Respons ini memperpanjang diskusi tentang apakah kartu merah itu pantas atau berlebihan mengingat konteks keseluruhan laga.
Dampak terhadap Leg Kedua dan Karier Mourinho di Benfica
Kartu merah ini berarti Mourinho harus absen di pinggir lapangan untuk leg kedua di kandang Real Madrid, di mana Benfica menghadapi tugas berat membalikkan agregat sambil tanpa kehadiran pelatih utama mereka di area teknis. Asisten pelatih akan mengambil alih komunikasi langsung dengan pemain, meski Mourinho tetap bisa memberikan instruksi dari luar stadion atau melalui video analisis. Absennya Mourinho bisa memengaruhi motivasi tim, terutama karena karismanya sering menjadi faktor penggerak di momen sulit, tapi juga membuka peluang bagi staf untuk menunjukkan kemampuan manajemen krisis. Di sisi lebih luas, kejadian ini menambah babak baru dalam narasi karier Mourinho di Benfica, di mana ia dikenal dengan gaya kontroversial yang membawa hasil tapi juga sering memicu konflik dengan wasit dan lawan. Dampaknya terhadap citra klub dan pelatih sendiri masih akan terlihat di laga-laga mendatang, terutama jika Benfica gagal lolos atau justru tampil lebih baik tanpa kehadirannya langsung di lapangan.
Kesimpulan
Kartu merah yang diterima Jose Mourinho di laga Benfica melawan Real Madrid menjadi puncak emosi dari pertandingan yang sudah sarat kontroversi, mulai dari dugaan rasisme hingga penghentian permainan yang panjang. Meski Mourinho membela tindakannya sebagai pembelaan tim, keputusan wasit menunjukkan bahwa batas toleransi terhadap protes pelatih semakin ketat di kompetisi level tinggi. Absennya Mourinho di leg kedua akan menjadi ujian bagi Benfica, sekaligus pengingat bahwa sepak bola modern menuntut keseimbangan antara gairah dan disiplin. Kontroversi ini kemungkinan besar akan terus dibahas hingga leg berikutnya, tapi pada akhirnya, fokus harus kembali ke lapangan agar drama di luar tidak mengaburkan kualitas permainan kedua tim. Semoga insiden semacam ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar pertandingan tetap berjalan dengan fair dan terkendali.
