Bojan Hodak Kesal Dengan Wasit Saat Lawan Persik. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tak bisa menyembunyikan kegeramannya usai timnya ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri pada 5 Januari 2026 di Stadion Brawijaya. Laga pekan ke-16 Super League ini berlangsung dramatis, dengan Persib sempat unggul melalui gol Saddil Ramdani di menit ke-68, tapi kebobolan di injury time lewat sundulan Muhamad Firly. Hodak langsung menyoroti kepemimpinan wasit, menyatakan ketidakpuasannya secara terbuka dan memastikan klub akan mengirim surat protes resmi. INFO SAHAM
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama: Bojan Hodak Kesal Dengan Wasit Saat Lawan Persik
Pertandingan berjalan ketat sejak awal, dengan kedua tim saling serang tapi babak pertama berakhir tanpa gol. Persib tampil dominan di babak kedua, memanfaatkan masuknya pemain pengganti seperti Saddil Ramdani yang langsung mencetak gol pembuka. Namun, situasi berubah drastis saat Saddil menerima kartu kuning kedua di menit ke-81, membuat Persib bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Persik untuk terus menekan, hingga akhirnya menyamakan kedudukan di menit 90+5. Banyak kartu kuning dibagikan sepanjang laga, termasuk untuk Hodak sendiri karena protes berulang. Hasil ini membuat Persib gagal merebut puncak klasemen, tertahan di posisi ketiga dengan 35 poin.
Pernyataan Keras Bojan Hodak terhadap Wasit: Bojan Hodak Kesal Dengan Wasit Saat Lawan Persik
Dalam konferensi pers pasca-laga, Hodak langsung membuka dengan kritik terhadap wasit. Ia menyatakan tidak senang dengan sejumlah keputusan yang dianggap merugikan timnya, meski enggan menjelaskan detail karena khawatir dikenai denda. “Saya tidak senang dengan wasit. Kami pasti akan mengirim surat protes,” katanya tegas. Hodak menambahkan bahwa jika ia bicara lebih jauh, “gaji saya akan dipotong”, merujuk pada regulasi ketat yang melarang kritik terbuka terhadap perangkat pertandingan. Meski demikian, ia menegaskan klub tidak akan diam dan akan menempuh jalur resmi untuk menyampaikan keberatan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya bagi Persib
Hasil imbang ini menjadi pukulan bagi Persib yang sedang bersaing ketat di papan atas. Kehilangan poin penuh di laga tandang membuat mereka harus lebih fokus di pertandingan mendatang, termasuk duel sarat gengsi melawan Persija. Hodak memilih bungkam soal performa pemain dan lebih menekankan protes terhadap wasit, menunjukkan betapa besar pengaruh keputusan pengadil terhadap hasil akhir. Protes resmi ini bisa menjadi sorotan lebih lanjut dari operator liga, sekaligus menyoroti isu kualitas wasit di kompetisi domestik.
Kesimpulan
Kegeraman Bojan Hodak terhadap wasit mencerminkan frustrasi mendalam setelah drama di markas Persik Kediri. Meski Persib sempat menguasai jalannya laga, keputusan kontroversial dan gol telat membuat kemenangan buyar. Langkah mengirim surat protes menunjukkan keseriusan klub dalam menjaga fairness kompetisi. Di tengah persaingan ketat Super League, insiden ini bisa jadi pelajaran agar tim lebih tangguh menghadapi situasi sulit, sambil menunggu respons resmi dari pihak berwenang. Persib kini harus cepat bangkit untuk menjaga momentum di sisa musim.
