Apa Yang Bisa Diharapkan dari Hugo Ekitike? Hugo Ekitike, penyerang muda asal Prancis, menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian di bursa transfer sepak bola musim panas 2025 setelah kepindahannya ke Tottenham Hotspur dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer sekitar 40 juta euro. Pemain berusia 23 tahun ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan Spurs akan penyerang klinis yang mampu menggantikan peran Harry Kane, yang telah meninggalkan klub dua musim lalu. Dengan bakat mentah yang luar biasa dan pengalaman di Ligue 1 serta Liga Inggris, Ekitike membawa harapan besar bagi penggemar Tottenham. Artikel ini akan mengulas potensi Ekitike, gaya bermainnya, dan apa yang bisa diharapkan dari penampilannya di musim 2025/2026.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier
Hugo Ekitike pertama kali mencuri perhatian saat bermain untuk Stade Reims di Ligue 1, di mana ia mencetak 10 gol dalam 24 pertandingan pada musim 2021/2022. Performa impresifnya membuat PSG merekrutnya pada 2022, awalnya dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan. Namun, di PSG, Ekitike kesulitan mendapatkan menit bermain reguler karena bersaing dengan bintang-bintang seperti Kylian Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi. Selama dua musim di Paris, ia hanya mencatatkan 12 gol dalam 48 penampilan, sebagian besar sebagai pemain pengganti.
Pada musim 2024/2025, Ekitike dipinjamkan ke Everton, di mana ia mulai menunjukkan potensinya di Liga Inggris. Dalam 32 pertandingan, ia mencetak sembilan gol dan memberikan lima assist, dengan tingkat konversi tembakan sebesar 18%. Performa ini, meski tidak spektakuler, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan intensitas Liga Inggris. Tottenham, di bawah asuhan Ange Postecoglou, melihat Ekitike sebagai pemain yang bisa berkembang menjadi penyerang utama dengan bimbingan yang tepat.
Gaya Bermain dan Kekuatan Ekitike
Ekitike adalah penyerang serba bisa yang menggabungkan kecepatan, kekuatan fisik, dan naluri mencetak gol. Dengan tinggi 1,89 meter, ia unggul dalam duel udara, memenangkan 62% duel udara musim lalu di Everton. Kemampuannya untuk menahan bola dan melibatkan rekan setim membuatnya cocok dengan gaya permainan menyerang Postecoglou, yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat. Ekitike juga memiliki kecepatan untuk mengeksploitasi ruang di belakang bek lawan, sering kali memotong dari sisi kiri untuk melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.
Namun, Ekitike masih memiliki ruang untuk berkembang dalam hal ketajaman di depan gawang. Musim lalu, ia hanya mengonversi 18% dari 50 tembakan yang mengarah ke gawang, angka yang lebih rendah dibandingkan penyerang top seperti Erling Haaland (25%). Dengan latihan intensif dan dukungan dari pemain kreatif seperti James Maddison dan Son Heung-min, Ekitike berpotensi meningkatkan efisiensinya. Selain itu, kemampuan defensifnya, dengan rata-rata 1,8 tekel per pertandingan, menambah dimensi pada permainannya, membuatnya ideal untuk sistem pressing Tottenham.
Tantangan di Tottenham
Meski penuh potensi, Ekitike menghadapi tantangan besar di Tottenham. Persaingan untuk posisi penyerang utama cukup ketat, dengan Richarlison dan Dominic Solanke juga bersaing untuk tempat di starting XI. Selain itu, tekanan untuk tampil konsisten di klub sebesar Tottenham, yang berambisi lolos ke Liga Champions setelah finis di urutan kelima musim lalu, akan menguji mentalitasnya. Ekitike juga perlu beradaptasi dengan ekspektasi tinggi penggemar Spurs, yang mendambakan penyerang haus gol sejak kepergian Kane.
Faktor lain yang bisa memengaruhi performa Ekitike adalah cedera. Selama di PSG, ia beberapa kali absen karena masalah otot, yang membatasi kontribusinya. Postecoglou dan staf pelatih Tottenham perlu memastikan Ekitike menjalani program kebugaran yang ketat untuk menjaga kebugarannya sepanjang musim. Jika mampu tetap fit, Ekitike berpotensi mencetak 15-20 gol di semua kompetisi, sebuah target realistis mengingat catatannya di Everton.
Peran dalam Visi Postecoglou: Apa Yang Bisa Diharapkan dari Hugo Ekitike?
Ange Postecoglou melihat Ekitike sebagai bagian integral dari rencananya untuk membangun Tottenham yang agresif dan atraktif. Dalam skema 4-3-3, Ekitike kemungkinan akan bermain sebagai penyerang tengah, dengan Son Heung-min dan Brennan Johnson di sisi sayap. Kemampuan Ekitike untuk menahan bola akan membantu Maddison dan Yves Bissouma menciptakan peluang dari lini tengah. Dengan 62% penguasaan bola rata-rata Tottenham musim lalu, Ekitike akan mendapat banyak peluang untuk menunjukkan ketajamannya di kotak penalti.
Kesimpulan: Apa Yang Bisa Diharapkan dari Hugo Ekitike?
Hugo Ekitike membawa harapan besar bagi Tottenham Hotspur di musim 2025/2026. Dengan kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan potensi untuk berkembang, ia memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi penyerang utama Spurs. Meski menghadapi tantangan seperti persaingan di skuat dan tekanan ekspektasi, pengalaman Ekitike di Liga Inggris dan Ligue 1 memberikan fondasi kuat untuk sukses. Jika mampu meningkatkan efisiensi di depan gawang dan menjaga kebugaran, Ekitike bisa menjadi penerus Harry Kane yang selama ini dicari Tottenham. Penggemar Spurs kini menantikan aksi sang penyerang muda untuk membawa klub kembali ke papan atas Liga Inggris dan Eropa.