Alasan Benjamin Sesko Menjadi Penendang Penalti Ke-10 MU. Kekalahan mengejutkan Manchester United dari Grimsby Town di babak adu penalti Carabao Cup pada 28 Agustus 2025 menjadi sorotan besar, terutama karena keputusan pelatih Ruben Amorim menempatkan Benjamin Sesko sebagai penendang penalti ke-10. Striker anyar United ini, yang baru bergabung dari RB Leipzig, berhasil mencetak gol perdananya untuk klub dalam situasi tersebut, namun keputusan menempatkannya di urutan terakhir memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar. Artikel ini akan mengulas siapa Benjamin Sesko, alasan di balik posisinya sebagai penendang ke-10, dan reaksi fans terhadap keputusan Amorim, dengan gaya yang santai namun tetap formal. BERITA BOLA
Siapa Itu Benjamin Sesko
Benjamin Sesko adalah penyerang berusia 22 tahun asal Slovenia, yang direkrut Manchester United dari RB Leipzig pada Agustus 2025 dengan biaya transfer sekitar £74 juta. Dengan tinggi badan 1,95 meter, Sesko dikenal karena kombinasi fisik, kecepatan, dan ketajaman di depan gawang. Sebelum bergabung dengan United, ia mencetak 39 gol dalam 87 penampilan bersama Leipzig di semua kompetisi, menjadikannya salah satu striker muda paling menjanjikan di Eropa. Sesko juga telah mengoleksi 16 gol dalam 41 caps bersama timnas Slovenia, menunjukkan potensinya di panggung internasional. Di United, ia diproyeksikan sebagai ujung tombak dalam formasi 3-4-2-1 ala Amorim, didukung oleh pemain seperti Bruno Fernandes dan rekrutan baru lainnya, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Meski baru menjalani debut kompetitif, Sesko diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk lini depan United yang kurang produktif musim lalu.
Kenapa Dia Bisa Menjadi Penendang Ke-10 Man United
Keputusan Amorim menempatkan Sesko sebagai penendang penalti ke-10 dalam laga melawan Grimsby Town menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena statusnya sebagai striker utama dengan nilai transfer fantastis. Alasan utama di balik keputusan ini tampaknya adalah pendekatan hati-hati Amorim terhadap Sesko, yang baru saja menjalani starter perdananya untuk United. Sebelum laga, Amorim menyatakan bahwa ia ingin Sesko “tenang dan menikmati momen” tanpa beban berat, mengingat pemain muda ini masih beradaptasi dengan tekanan Premier League dan ekspektasi tinggi di Old Trafford. Dengan menempatkannya di urutan ke-10, Amorim mungkin ingin mengurangi tekanan pada Sesko, terutama karena adu penalti melawan tim League Two dianggap tidak akan berlarut-larut. Selain itu, United memiliki penendang penalti berpengalaman seperti Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan Casemiro, yang dianggap lebih siap mengambil tanggung jawab awal. Namun, kegagalan pemain seperti Mbeumo dan Cunha dalam mengeksekusi penalti menunjukkan bahwa strategi ini tidak berjalan mulus, membuat keputusan menempatkan Sesko di urutan terakhir menjadi sorotan. Meski Sesko berhasil mencetak golnya, fakta bahwa laga berakhir dengan kekalahan 11-12 menunjukkan bahwa urutan penendang tidak optimal.
Tanggapan Para Fans Atas Ruben Amorim
Reaksi penggemar Manchester United terhadap keputusan Amorim sangat beragam, dengan banyak yang menyuarakan kekecewaan di media sosial. Banyak fans mempertanyakan mengapa striker sekaliber Sesko, yang memiliki catatan tendangan presisi dan pengalaman penalti di RB Leipzig, tidak diberi kesempatan lebih awal. “Striker £75 juta kok baru penendang ke-10? Apa-apaan ini Amorim?” tulis salah satu pendukung, mencerminkan frustrasi atas strategi pelatih. Fans juga menyoroti kegagalan rekrutan baru seperti Mbeumo dan Cunha dalam adu penalti, yang memperburuk persepsi terhadap keputusan Amorim. Namun, ada pula yang membela sang pelatih, berargumen bahwa Sesko masih dalam fase adaptasi dan Amorim ingin melindunginya dari tekanan berlebih di laga krusial. Beberapa pendukung menilai bahwa kekalahan ini lebih disebabkan oleh performa keseluruhan tim, termasuk blunder kiper Andre Onana yang gagal menyelamatkan satu pun penalti Grimsby, ketimbang hanya urutan penendang. Meski begitu, keputusan ini menambah tekanan pada Amorim, yang sudah dikritik karena performa United yang inkonsisten di awal musim 2025/26.
Kesimpulan: Alasan Benjamin Sesko Menjadi Penendang Penalti Ke-10 MU
Keputusan menempatkan Benjamin Sesko sebagai penendang penalti ke-10 dalam kekalahan Manchester United dari Grimsby Town di Carabao Cup memicu perdebatan sengit tentang strategi Ruben Amorim. Sesko, striker muda berbakat yang baru bergabung dari RB Leipzig, menunjukkan potensi besar namun masih dalam fase adaptasi di United. Alasan Amorim menempatkannya di urutan terakhir tampaknya untuk mengurangi tekanan pada pemain berusia 22 tahun ini, meski keputusan itu terbukti kontroversial karena kegagalan penendang lain dan kekalahan tim. Reaksi fans yang beragam mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap Sesko dan Amorim, sekaligus menyoroti tantangan United dalam membangun kembali kejayaan. Meski keputusan ini menuai kritik, performa Sesko yang sukses mencetak gol penalti menunjukkan bahwa ia bisa menjadi aset berharga di masa depan. Bagi United, kekalahan ini adalah pengingat bahwa strategi dan eksekusi harus selaras untuk meraih sukses, sementara bagi Sesko, ini adalah langkah awal dalam perjalanan panjangnya di Old Trafford.